MALANG — Perumda Tirta Kanjuruhan terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pelayanan air minum melalui inovasi SiapGas (Sistem Informasi Pemakaian Pelanggan per Sumber Air).
SiapGas dikembangkan sebagai sistem informasi yang mengintegrasikan data pelanggan, data pemakaian air, data meter, serta informasi sumber air dalam satu sistem. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan akurasi pencatatan pemakaian pelanggan sekaligus mendukung pengelolaan distribusi air yang lebih efektif, transparan, dan berbasis data.
Pengembangan SiapGas berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan air dan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Dalam proses pelayanan konvensional, pencatatan meter yang masih dilakukan secara manual memiliki risiko kesalahan pencatatan. Di sisi lain, informasi pemakaian dan tagihan tidak selalu dapat diperoleh pelanggan secara cepat, sementara potensi anomali pemakaian maupun kebocoran jaringan membutuhkan mekanisme pemantauan yang lebih responsif.
Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui pemanfaatan teknologi.
Dari Pencatatan Manual Menuju Sistem Digital Terintegrasi
Sebelum penerapan SiapGas, proses pencatatan pemakaian pelanggan masih mengandalkan pencatatan meter secara manual. Data kemudian diproses untuk menghasilkan informasi pemakaian dan tagihan.
Metode tersebut memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain potensi kesalahan pencatatan, keterlambatan penyampaian informasi, serta terbatasnya kemampuan untuk melakukan analisis pemakaian secara cepat.
Melalui SiapGas, proses tersebut ditransformasikan menjadi sistem digital yang lebih terintegrasi.
Aplikasi ini memanfaatkan teknologi informasi dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung proses pembacaan meter, pengumpulan data pemakaian, analisis konsumsi air, hingga penyampaian informasi kepada pelanggan dan petugas.
Data yang terkumpul dapat diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipantau melalui sistem dan dashboard digital.
Mengintegrasikan Data Pelanggan dan Pemakaian Air
Salah satu keunggulan SiapGas adalah kemampuannya mengintegrasikan berbagai jenis data dalam satu sistem.
Data pelanggan, data meter, data pemakaian, hingga data geografis dapat dikelola secara terintegrasi sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pemakaian air pada setiap wilayah dan sumber air.
Dengan dukungan IoT, pembacaan meter dapat dilakukan secara otomatis pada perangkat yang telah terintegrasi. Sementara untuk kondisi tertentu, sistem tetap dapat mendukung pencatatan secara manual.
Data pemakaian yang terkumpul kemudian dapat dianalisis untuk melihat pola konsumsi pelanggan. Sistem juga dapat membantu mengidentifikasi anomali pemakaian yang berpotensi menjadi indikasi adanya kebocoran atau kondisi tidak normal lainnya.
Kemampuan tersebut memberikan nilai tambah bagi petugas dalam melakukan pemantauan dan menentukan tindak lanjut secara lebih cepat.
Memperkuat Transparansi Pelayanan kepada Pelanggan
SiapGas tidak hanya dikembangkan untuk kebutuhan internal perusahaan. Inovasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.
Melalui sistem yang terintegrasi, informasi pemakaian dan tagihan dapat disajikan secara lebih cepat dan mudah diakses. Dukungan notifikasi secara real time juga memungkinkan informasi penting disampaikan kepada pelanggan maupun petugas secara lebih responsif.
Selain itu, SiapGas dikembangkan untuk mendukung integrasi dengan sistem billing dan pembayaran online sehingga proses pelayanan dapat dilakukan secara lebih praktis.
Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya terjadi pada proses pencatatan meter, tetapi mencakup rangkaian proses pelayanan mulai dari pencatatan, pengolahan data, pemantauan pemakaian, penyampaian informasi, hingga pembayaran.
Mendukung Pengendalian Kehilangan Air
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam pengelolaan air adalah Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air yang tidak menghasilkan pendapatan.
SiapGas menjadi salah satu instrumen digital yang dapat mendukung upaya pengendalian tersebut melalui ketersediaan data pemakaian yang lebih terstruktur dan kemampuan analisis terhadap pola konsumsi.
Dengan adanya data yang lebih akurat dan terintegrasi, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan pemantauan, identifikasi anomali, serta menentukan langkah tindak lanjut di lapangan.
Teknologi IoT dan analisis data juga membuka peluang pengembangan sistem menuju pemantauan yang semakin cerdas, termasuk pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dan analisis prediktif.
Dikembangkan Secara Bertahap
Pengembangan SiapGas dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, studi kelayakan, penyusunan arsitektur sistem, pengembangan aplikasi, integrasi perangkat IoT, hingga uji coba modul.
Setelah melalui tahap pengembangan dan pengujian, implementasi dilanjutkan dengan sosialisasi kepada pelanggan serta pelatihan bagi petugas.
Pengembangan tidak berhenti pada implementasi awal. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan sistem mampu menjawab kebutuhan pelayanan yang terus berkembang.
Ke depan, SiapGas dapat terus dikembangkan melalui penambahan fitur seperti GIS, aplikasi mobile, serta analisis prediktif untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Langkah Menuju Pelayanan Air yang Lebih Cerdas
Penerapan SiapGas menjadi bagian dari komitmen Perumda Tirta Kanjuruhan dalam menghadirkan pelayanan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Lebih dari sekadar aplikasi pencatatan pemakaian pelanggan, SiapGas menjadi sebuah ekosistem informasi pemakaian air yang menghubungkan data pelanggan, meter, pemakaian, sumber air, hingga informasi pelayanan dalam satu sistem.
Melalui inovasi ini, Perumda Tirta Kanjuruhan terus membangun tata kelola pelayanan yang lebih akurat, transparan, responsif, dan berbasis data.
SiapGas menjadi langkah nyata untuk menjawab kebutuhan pelayanan air di era digital—karena pengelolaan air yang baik membutuhkan data yang akurat, informasi yang cepat, dan keputusan yang tepat.