
Kabupaten Malang — Perumda Tirta Kanjuruhan terus memperkuat transformasi digital dalam mendukung keandalan pelayanan air minum. Salah satunya melalui inovasi SIMPATIK (Sistem Informasi Monitoring Pompa), sebuah sistem digital yang dikembangkan untuk memantau kondisi operasional pompa secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Inovasi ini hadir sebagai solusi atas proses monitoring pompa yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Operator harus mengisi formulir pemeriksaan harian menggunakan kertas, kemudian laporan dikirimkan kepada admin pusat. Sementara itu, verifikasi lapangan oleh admin dilakukan secara berkala, sehingga informasi mengenai kondisi pompa tidak selalu dapat diterima secara cepat.
Tantangan tersebut semakin kompleks karena lokasi pompa Perumda Tirta Kanjuruhan tersebar di 26 kecamatan. Proses pengecekan dan verifikasi secara langsung membutuhkan waktu serta biaya transportasi dan akomodasi yang cukup besar. Selain itu, pencatatan manual juga memiliki risiko terjadinya kesalahan dalam pelaporan.
Melalui SIMPATIK, proses monitoring kemudian ditransformasi menjadi sistem digital berbasis Android dan dashboard admin. Operator dapat melakukan pemeriksaan kondisi pompa secara langsung melalui smartphone, meliputi aspek mekanik, kelistrikan, debit, dan kondisi operasional lainnya.
Data hasil pemeriksaan secara otomatis tersimpan dalam sistem dan dapat dipantau oleh admin pusat secara real time. Dengan demikian, informasi mengenai kondisi pompa tidak lagi harus menunggu rekap laporan bulanan. Sistem juga dapat memberikan notifikasi apabila ditemukan anomali atau indikasi gangguan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas terkait.
Perubahan ini memberikan dampak nyata terhadap efisiensi operasional. Monitoring yang sebelumnya membutuhkan proses administrasi dan verifikasi lapangan kini dapat dilakukan secara digital. Selain menghemat waktu dan biaya perjalanan, SIMPATIK juga mendukung penerapan Go Green melalui pengurangan penggunaan kertas atau paperless.
Keunggulan SIMPATIK tidak hanya terletak pada digitalisasi pelaporan, tetapi juga pada kemampuannya mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan pompa. Informasi yang lebih cepat memungkinkan tim teknis melakukan tindakan sebelum gangguan berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat, sehingga keandalan operasional sistem pompa dapat lebih terjaga.
Dalam implementasinya, admin dan operator terlebih dahulu melakukan registrasi akun menggunakan email. Operator kemudian menginstal aplikasi SIMPATIK pada perangkat Android dan melakukan pemeriksaan kondisi pompa secara rutin. Hasil pemeriksaan diinput ke dalam aplikasi, tersimpan secara otomatis, dan dapat dipantau melalui dashboard admin. Apabila sistem mendeteksi kondisi yang tidak normal, notifikasi peringatan akan menjadi dasar bagi admin untuk melakukan tindak lanjut.
Ke depan, SIMPATIK juga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan sensor Internet of Things (IoT), seperti sensor debit dan arus listrik. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem monitoring berbasis data dan meningkatkan kemampuan analisis kondisi pompa secara lebih otomatis.
Pengembangan SIMPATIK merupakan bagian dari komitmen Perumda Tirta Kanjuruhan dalam mewujudkan tata kelola operasional yang efektif, efisien, akuntabel, dan berbasis teknologi. Inovasi ini juga sejalan dengan kebijakan inovasi daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Malang Nomor 211 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, serta Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum.
Dengan SIMPATIK, monitoring pompa tidak lagi sekadar aktivitas pencatatan, tetapi menjadi bagian dari sistem pengawasan operasional berbasis data yang memungkinkan Perumda Tirta Kanjuruhan mengambil keputusan lebih cepat, mengoptimalkan sumber daya, dan menjaga keberlanjutan pelayanan air minum kepada masyarakat.